Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

BUDAK

Oleh Efoel  lintang tuntaskanlah semua nafsu mu aku takkan pernah menolak walau sesungguhnya aku tak pernah menyukainya tuntaskanlah semua birahimu aku takkan pernah berontak walau seungguhnya aku jijik . . . . . karena aku adalah PELACURMU lubuklinggau 30/8/18

PELACUR URBAN

Oleh Eoel Lintang Gerimis mulai mencumbu bumi Mentari pun seakan cemburu Pergi entah kemana Dan AKU masih tergolek lemah Dikamar apartemen entah milik siapa Tubuhku lemas ... sendi-sendi terasa lepas Ilusiku menari dilangit-langit kamar mesum ini Yah....... Karena tubuh mulusku Harus di gerayangi oleh laki-laki gila Entah berapa laki-laki gila tadi malam Sampai otakku pun tak sanggup menghitung Hatiku menjerit Hanya itu yang bisa kulakukan Karena air mataku sudah kering Dan Untuk melacur pun aku harus di negeri orang Karena di negeriku sudah tak ada tempat lagi Yah......... Di negeriku banyak pelacur Karena tak ada pekerjaan lain Selain melacur Pelacur – pelacur politikpun Bergentayangan tebar pesona Dengan janji-janji muluk Namanya juga janji pelacur Pastilah yang diinginkan hanya uang tamu haramnya Atau kekuasaan Lubuklinggau, 31/8/2018
ketika hati meratap dalam bisu deru napas alirkan namamu detak jantung hantarkan bayangmu harum tubuhmu membunuh wangi bunga walau kau diam dalam candamu namun hatiku tak dapat menghindar 'tuk simpan senyummu kan kubiarkan waktu berlalu dengan indah walau dalam anganku agar kau tahu ada namamu di relung hatiku paling dalam ............

asa tak kuasa kugapai

rinai gerimis masih terdengar di atas atap dengan kaki lunglai ketelusuri setiap sudut relung hatiku berharap tak kujumpai namamu di sana tapi langkahku terasa sia-sia sebab di stiap sudut relung hatiku tertulis namamu dalam detak jantungku di denyut nadiku s'mua menulis namamu dengan indah aku terhempas di atas kesadaranku karena ku tahu   tak mungkin 'tuk memilikimu yang t'lah berdua di sana hanya asa dan rasa   yang dapat kusimpan   rapat dalam jiwaku...... lubuklinggau2013

sebuah nama

ketika hati meratap dalam bisu deru napas alirkan namamu detak jantung hantarkan bayangmu harum tubuhmu membunuh wangi bunga walau kau diam dalam candamu namun hatiku tak dapat menghindar 'tuk simpan senyummu kan kubiarkan waktu berlalu dengan indah walau dalam anganku agar kau tahu ada namamu di relung hatiku paling dalam ............ lubuklinggau2013